Pertanyaan Tersulit Sebelum di Hisab (Die Another Day)


sad

zaera

Sayyed Ep BikailaRobbi

 

Saat penulis masih belajar di Boarding school, seorang guru menganjurkan  untuk mencatat segala aktivitas harian, baik itu positif maupun negatif. Hal ini dilakukan sebagai evaluasi untuk mengetahui sisi mana yang lebih dominan sehingga pada hari berikutnya kita  dapat mengkoreksi kesalahan dan improvisasi kebiasaan positif. Walaupun hanya berjalan beberpa hari saja akan tetapi anjuran tersebut cukup efektif untuk introspeksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan pada masa-masa yang telah lewat.

Setelah bertahun lamanya melupakan anjuran tersebut, tak sengaja penulis menemukan buku dengan judul The Hard Questions For an Authentic life karya Susan Priver. Buku ini berisi beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh pembaca terkait masalah seperitual, moral dan kehidupan sehari-hari. Sangat inspiratif dan mensupport kita untuk selalu berada dalam kehidupan yang terencana. Diantara contoh pertanyaan yang terdapat dalam buku tersebut adalah:

Awal Hari:

Apa yang harus saya katakan hari ini? kepada siapa?

Dengan siapa saya harus berhubungan hari ini?

Bagaimana saya ingin melihat hidup saya berkembang hari ini?

Apa yang dapat saya sumbangkan hari ini? kepada siapa? Untuk apa?

Apa yang dapat saya fokuskan hari ini, agar dapat membantu saya lebih mendekatkan pada kehidupan yang selaras?

Akhir Hari:

Apa yang lupa ku katakan hari ini?

Bagaimana saya membiarkan diri saya untuk merasakan?

Apa yang saya sukai dari diri saya hari ini?

Adakah hal baru dalam kehidupan hari ini?

Apa yang terjadi hari ini yang membuat saya berterima kasih?

Apa yang telah ku katakan, lakukan, pikirkan atau rasakan pada hari ini yang membawaku lebih dekat dengan kehidupan yang selaras?

Memang butuh waktu dan usaha mendamaikan hati dan fikiran  untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan remeh-temeh ini dengan baik. Namun lambat laun, berdialog dengan diri sendiri dengan cara ini dapat membantu kita mengembangkan kebiasaan dan kesadaran dalam diri kita. Kemampuan untuk hadir pada kehidupan kita sendiri merupakan cara terbaik untuk menemukan jawaban-jawaban kita sendiri. Jawaban yang sebenarnya, jawaban yang dapat memberikan nilai terbaik bagi kita dan orang-orang di sekeliling kita.
Jangan berhenti mengolah diri. Dan akhir dari semua ekplorasi itu. Akan berujung di tempat awal kita memulainya dan itulah saat kita kita menyadari tempat itu untuk pertama kali.
Hitunglah amal-amal kalian sebelum datang hari perhitungan ( yaumul hisab) di akherat nanti.
Hasibuu Anfusakum Qabla An Tuhaasabu (Alhadis)

Trima kasih, silahkan menjawab menurut  kesibukan masing-masing.

 

Hindari coretan lama berikut ini :
Para Penikmat Dosa Yang Samar!!

Hobi Umbar Aurat..hihihi

Menuhankan Kebaikan Percuma

Sayyed sang Manusia Labil

Menikmati Rasa Sombong
Bukan SURGA PARA ARTIS
Belum Layak Mendapat Syafaat Rasulullah

Pemabok Kacangan


Karena MemaNG Tidak Harus Ikhlas Beramal


Masih Butuh Surga dan Neraka

Ah 18 + ( yang Janda silahkan baca)

 

2 Comments (+add yours?)

  1. fadeel
    May 14, 2014 @ 00:04:50

    Mungkin ini tahap pertama untuk evaluasi diri. 🙂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون