Bahaya Menuhankan Kebenaran Absolut Pada Masalah Furuiyyah!


Madinah Rasul

Madinah Rasul

BAHAYA MENUHANKAN KEBENARAN ‘ABSOLUT’ PADA MASALAH FURUIYYAH!!

Perbedaan adalah rahmat, sebuah ungkapan bijak yang tidak sepenuhnya bijak. Perbedaan tidak hanya menimbulkan banyak reaksi negatif, lebih dari itu perbedaan juga kerap menjadikan semua kebaikan yang pernah kita lakukan seakan-akan tidak pernah terjadi dan ada. Semua akan dipandang dengan dendam dan kebencian.

Dalam masalah agama, kebenaran furuiyyah ( cabang-cabang agama yang hanya membahas masalah hukum-hukim fiqih) tidak akan bisa sampai pada  kebenaran absolut. Dalam arti  ijtihad dari para mujtahid expert pada masalah furuiyyah sering berakhir dengan kesimpulan yang berbeda, tergantung pada teori dan pendekatan ushul fiqih yang digunakan masing-masing fihak dalam  menguatkan argumen mereka.

Kebenaran absolut  yang harus kita yakini  hanya ada dalam masalah aqoid/ aqidah ketuhanan saja. Karena inti pokok dari kajian ini menyangkut kesucian Tuhan maka dalam pembahasan masalah aqidah tidak akan lepas dari Alquran, Hadis  mutawattir serta ijma ulama. Sementara  masalah furuiyyah, setiap mujtahid madzhab berwenang untuk memahaminya melalui teori-teori yang dijelaskan dalam kajian ushul fiqih, seperti  qiyas, hadis dhoif, qaul sohabat, amal ahli madinah, istihsan, syar’u man qoblana dan lain sebagainya.

Fanatisme ‘taqlid’ (mengamalkan sebuah hukum tanpa mengetahui dasar-dasarnya) dari  para pengikut satu madzhab tertentu yang anti dengan teori-teori madzhab lainnya adalah sumber dari  perbedaan yang menyebabkan maraknya kebencian antar orang awam. Masalahnya adalah, hampir 90%  manusia di dunia ini tergolong  orang awam yang fanatik dengan kebenaran pendapat imam madzhabnya.

Dalam sejarah, dituliskan bahwa salah satu pengikut madzhab Maliki sempat memukul Imam syafii hingga pingsan sebelum akhirnya meninggal dunia. Pemukul tersebut beralasn bahwa : seandainya Syafii hidup dan terus menyebarkan hasil ijtihadnya maka dikhawatirkan madzhab Maliki akan lenyap.

Betapa fanatisme sangat membahayakan umat beragama, sekejam itukah orang awam yang seringkali dijadikan tumbal ‘brain washing’  oleh para provokator yang keji. Hanya karena kecemburuan diantara pengikut madzhab, apapun dilakukannya. Bukankah Syafii juga termasuk murid kesayangannya imam Malik!!

Bukankah dalam sebuah perkataanya, Imam syafii pun mengungkapkan : jika argumen dari madzhab lain lebih sahih/valid maka tinggalkanlah ucapanku (madzhabku). Bahkan dalam satu riwayat menggatakan, bahwa Syafi’i pun meninggalkan doa qunut subuh ketika ia berziarah ke makam imam Abu Hanifah dengan alasan ingin menghargai pendapat (hasil ijtihad)  Abu Hanifah yang mengatakan bahwa : qunut subuh bukanlah sunnah ab’ad.

Beberapa kejadian diatas sangat jelas menunjukkan betapa fanatisme madzhab menjadikan kita (orang awam) mudah terpecah-belah.  Sementara sang pemilik madzhab saja tidak menyalahkan argumen dari madzhab lain bahkan mengikutinya dalam beberapa hal. Oleh karenanya, selama masih dalam pembahasan furuiyyah, kita tidak usah ngotot mengatakan salah benar terhadap apa yang dikerjakan orang lain, selama mereka memiliki argumen yang jelas dan valid yang telah diteorikan para penggegas ahli ushul fiqih.

Wallahu A’lam.

Sumber…. :

Ingatan lama dan Muqoddimah kitab Bajuri syarh Fatkhul qarib..

coretan Berikutnya (edisi Saudi):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Tidur Disamping Jasad Nabi
Curhat Para Pecandu lainnya :

6 Comments (+add yours?)

  1. IMEN
    Sep 02, 2011 @ 09:42:41

    Assalamualaikum…..

    Numpang Komentar …..

    Menurut ana …..
    Para Imam itu semua adl Manusia Biasa …..
    Jadi …. kalo sudah ada yg MENKULTUSKAN Beliau , maka sudah PASTI ada MUSIBAH, yaitu PERTENGKARAN yg dilakukan oleh murid masing-masing , krn mereka tidak mau GURUNYA jadi yg NOMER 2 ….HARUSLAH NOMER 1 sehingga diikuti oleh semua org sedunia …..!!!

    ini semua adl logika sederhana , karena Allah akan MENURUNKAN AZAB – Nya bila manusia sdh tidak Ber-Tuhan pd Allah ….!!

    alias TERSESAT…..!!!

    Untuk itu marilah berpegang pd Quran sj …..!!!

    Maka kepada HADITS apakah sesudah Al Quran ini mereka akan beriman?
    [Qs,al-Mursalaat:77/50]

    Allahualam…….

    Like

    Reply

  2. Sayyed EP
    Sep 02, 2011 @ 11:17:15

    lagi-lagi anda masih berpegangan dengan jargon ISLAM TANPA MADZHAB??? bagi saya keyakinan dan kepercayaan diri orang yang meyakini islam tanpa madhab sudah keluar dari track syari’ah yang diajarkan Rasulullah.

    lebih jauh anda hampir atau (sudah) menafikan eksistensi hadis nabi. so sebenarnya anda ini malaikat yang pasti benar atau apa?

    malahan hanya menyuruh orang memahami qur’an hanya dari pemahaman dangkalnya dan menuhankan intelektualnya seakan hidayah sudah pasti berada pada golongan anda.

    – intinya latar belakang dan pendekatan kita beda dalam ‘memahami dan menjalankan ISLAM sudah sangat berbeda, karena saya butuh wasilah sedangkan anda absolut n pasti benar.

    karenanya ayat : lakum dinukum waliyadin mungkin cocok buat kita berdua🙂..

    salam

    Like

    Reply

  3. SHELLAYART PREDICTIONS
    Sep 03, 2011 @ 22:54:10

    Numpang nanya. Apa betul Nabi pernah berkata “KELAK UMATKU AKAN TERBAGI MENJADI 73 GOLONGAN DAN HANYA 1 GOLONGAN YG BENAR”.
    Jk betul2 demikian, yg manakah golongan yg dimaksud Nabi yg benar ?

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Sep 04, 2011 @ 13:51:02

      betul. dalam versi lain malah terbalik. 73 masuk sorga dan 1 masuk neraka… Tapi menurut guru saya, riwayat hadis yang 73 masuk sorga ini lebih valid daripada riwayat yang anda sebut.

      golongan yang di maksud nabi adalah para pengikut sunnah-nya dan sunnah para sahabatnya..

      -lebih jelas lagi ada hadis yang mengatakan bahwa :” semua umatku masuk sorga kecuali orang-orang yang MENENTANG” (tidak menuruti aturanku).

      Like

      Reply

  4. endhoenk
    Dec 25, 2011 @ 10:06:56

    Saya setuju sekali dengan pendapat Sayyid EP, kalau kita memang butuh wasilah. Para Imam Madzhab menururt saya mencoba menjermahkan furu’iyah pada kita, agar kita tidak perlu susah-susah ….

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Dec 25, 2011 @ 11:03:23

      yup.. sementara yang Lain mengaku memahami QUR”AN secara langsung saja apa adanya. kita harus berhati2 jangan terbawa nafsu untuk menghakimi qur’an secara TEKSTUAL dan hanya dengan TErjemahan saja…. seakan akan telah di TUNJUK sebagai nabi yang mengerti semua tentang Rahasia luar dalam Qur’an … miris memang..

      thnks

      SALAM EP

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون