Misteri Kehampaan Abadi


Dont Realize yet now

Never Had a Friend Like Me

sayyed ep Bikailarobbi.corp

Kesibukan positif adalah anugrah yang jarang kita syukuri. Dalam kesibukan positif, seseorang akan menemukan banyak hal menarik mewarnai dunia hingga menembus alam hakikat. Sebaliknya, kekosongan sangat membahayakan manusia, karenanya pikiran negatif kerapkali muncul saat kita terpenjara dalam dekap kehampaannya. Tak heran jika mahluk haluspun menyapa mereka para penikmat jiwa yang kosong. Kealpaan jiwa adalah sumber malapetaka.

Kesibukan positif tertuangkan jika kita telah menjadi salah satu dari empat golngan yang dijelaskan oleh nabi : Jadilah orang alim (Guru), orang yang mutaallim (Pelajar), pendengar atau pecinta mereka, dan jangan jadi orang yang kelima, niscaya kamu akan celaka.( HR. Baihaqi)

Empat profesi mulia tersebut akan membuat kehidupan seseorang lebih bermakna.

Profesi guru yang mengajarkan hal-hal terkait seluk beluk kehidupan hakiki merupakan profesi yang teramat mulia, gelar guru seperitual adalah gelar para utusan Tuhan. Karenanya guru-guru agama adalah para pewaris nabi.

– Pelajar hakiki
Pelajar yang tekun yang menghabiskan waktunya untuk memahami risalah kenabian adalah pelajar yang paling mendapatkan support dari Tuhan dan utusannya, mereka adalah calon-calon penerus risalah kenabian.

– Pendengar setia
Pendengar adalah orang yang rela menyempatkan dirinya untuk sekedar menerima masukan-masukan positif dari para pewaris nabi. Kemudian mengamalkannya untuk bekal menjalani kehidupannya sendiri dan sesekali mengajarkannya kepada orang-orang terdekat.

– Pecinta sejati

Pecinta adalah orang yang mencintai tiga golongan di atas, mereka sibuk dengan urusan dunianya akan tetapi mereka juga memberikan support berupa tenaga maupun materi yang didermakan demi berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar (risalah kenabian).

– Pemuja kehampaan
Orang kelima atau orang yang bukan termasuk dalam kategori empat golongan tersebut adalah orang-orang yang hanya menghamburkan waktunya dengan aktifitas yang tidak mencerminkan manusia beragama. Bagi mereka dunia adalah tempat memuaskan segala hasrat hati, sementara agama dan cerita-cerita tentang kehidupan hakiki adalah dogma yang menyesatkan.

Semoga… amien

Coretan -coretan Sayyed :

related nothingness :

Mengenang Kasihmu

Terperosok Kegelapan

Matahari Muhammadku

Setia Musuh -apa!

Belanja di internet  Haram

coretan Berikutnya (edisi Saudi):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Tidur Disamping Jasad Nabi
Curhat Para Pecandu lainnya :

8 Comments (+add yours?)

  1. dany sparrow
    Mar 21, 2012 @ 15:32:16

    guyon ae
    dalam kehampaan kalau kita tersadar akan mengerti asmaul husna, misalnya bayangan, halusinasi, bentuk2an..adalah tanpa-tanda keperkasaan Allah yang memiliki asma yaa Mushowwir, sekaligus sadar bahwa kita sedang tergoda oleh mr syaiton yang diijinkan untuk memalingkan manusia dari Nya, sekaligus kita terlempar lagi menjadi pelajar hakiki….dan sadar lagi berapa Allah maha pengampun, maha pengasih, maha penyayang dan maha melindungi, maha Alim….

    Like

    Reply

  2. someone
    Aug 08, 2012 @ 13:04:15

    Assalamualakum…

    Gimana khabarnya hari ini??
    ———————————————————————————–
    “Siapa yang mengnal dirinya, maka ia telah mengenal Rabbnya”
    ———————————————————————————–
    Bicara wilayah iman… ketika kita shalat atau ketika kita berzikir maka kita akan melihat diri kita seperti layaknya bercermin, dengan kesadaran penuh, bukan halusinasi, sangat nyata..wajah yang kelihatan lebih muda, bersih dan bercahaya inilah wujud sholat rupa amal,..pertemuan antara Asyhadu…dan…Wa’asyhadu…
    jika yang nampak terlihat hitam, maka hadas bathin masih bersemayam di dalam hati, hadas bathin / hati, yang masuk melalui jalan darah,itulah makhluk iri, mahkluk dholim, makhluk dengki, makhluk sombong, makhluk takabur, makhluk riya, makhluk ujub dll, akan menjelma menjadi rupa amalan yg jelek…
    jadi…di dunia saja Allah Swt sudah menampakkan keaslian diri kita..

    Kita tidak akan tahu dan mengenal bentuknya sebongkah garam, tanpa kita mengenali dan merasakan sifat rasa asin dari garam itu sendiri…
    Ngaji Tauhid…ibarat berdiri di depan sebuah perangkap…salah masuk terpenjara sepanjang usia..
    Ngaji Fiqih ibarat berjalan di atas gergaji salah langkah…kaki berdarah..
    Ngaji Tasawuf ibarat berjongkok di atas tungku bara api, harus sanggup dan bisa mendinginkan bara api.

    Wallahualam bishowab…
    Wassalam…

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Aug 08, 2012 @ 19:00:36

      waalaikum salam wrwb

      bicara aurat dan maksiat batin memang berat sekali.. yang lahir saja sering alpa dan sengaja dilupakan dengan sadar..

      analogi tentang tauhid, fiqih dan tasawwufnya mantabs. butuh kejernihan fikiran untuk menangkap itu semua…

      pada dasarnya mayoritas manusia harusnya hanya mengerjakan syariat wajib saja, tapikenyataan berkata lain saya sering terperangkap kebutuhan skunder daripada yg primer.. baik muamalah dengan Tuhan maupun antar sesama… Miris!

      hidup di zaman sekarang sangat banyak dikekang godaaan diri sendiri atau kesabaran yg telah habis dan hingga berani memilih jalan lain selain jalan Muhammad-Nya

      salam Sayyed

      Like

      Reply

  3. fadeel
    May 12, 2014 @ 22:12:59

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

    Saya mohon izin untuk bertanya . Bagaiimana cara untuk menemukan jati diri kita yg sebenarnya. Bnyak saya baca tentang cara menemukan jati diri. Tapi penjelasannya tidak pada intinya dan sulit buat saya pahami, rasanya saya semakin bingung. Mohon sekiranya saya yg bodoh dan penuh salah di kasih pengarahan. Terima kasih banyak sebelum nya. Wassalam

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      May 12, 2014 @ 23:22:25

      waalaikum salam.
      A’rif nafsak Ta’rif Rabbak. selami makna hakikat diri anda – niscaya anda akan mengenal Allah SWT.

      Pelajari dg ketat syariat Muhammad, istiqomah dalam mengmalkan Thariqohnya – niscaya reward pemahaman Hakikat akan membawamu pada jendela kesejatian.

      bila 2 jalan diatas gagal maka perbaharuilah iman kita dg mmperbnyk Syahadat.

      notes: kesejatian tidak dicari, karena dia sendiri yg akan mencari kita. andai saja manusia mengerti √/?

      wassalam
      Go to the nearest truth syaikh and do wht he said 2 always loyal to the game.

      Like

      Reply

  4. fadeel
    May 13, 2014 @ 00:03:46

    Terima kasih pak sudah di balas coment saya. Saya sangat tertarik dengan tulisan2 di blog ini. Boleh kah saya belajar tentang islam sama penulis.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون