Menguak Rahasia Peci dan Kerudung!


Madinah Rasul

Madinah Rasul

Sayyed EP Bikailarobbi

NB: Update klik :  Link Guru Sayyed yang sangat Menjaga muru’ah adab dan selalu menggenakan peci putih dan Tafsir serta pendapat pakar fikih dan tafsir terkait kewajiban  menggunakan pakaian yang layak untuk beribadah. – Due to the curiousity comentator who claims that my argue was nonsense n has no reference?

Bismillahirohmannairrahim – Allahumma Solli ala man qoola : Addabani Robbi faahsana Tadiebi – ( Allah Swt telah mengajariku adab, maka Allah memberiku adab terbaik).

Peci, songkok atau kopiah merupakan istilah lain dari penutup kepala yang sering digunakan oleh seorang pria muslim untuk acara-acara keagamaan maupun acara resmi lainnya.

Inti dari pemakaian peci adalah mengikuti sunnah nabi Muhammad. Beberapa hadis menyebutkan bahwa Rasulullah selalu memakai penutup kepala, baik secara sempurna dengan Imamah /udeng-udeng (semacam sorban yang diikatkan di kepala, di dasari oleh peci haji atau hanya sorban saja) maupun penutup yang sangat sederhana berupa kain yang diletakkan diatas kepala semacam peci haji.

Rahasia pemakaian peci adalah menjaga adab dan sopan santun kita terhadap Allah swt. Sesederhana apapun bentuknya, peci sangat dianjurkan untuk digunakan kapanpun kita berada, kecuali ketika tidur atau dalam keadaan yang tidak patut. Karenanya tidak heran ketika penulis menemui seorang ulama besar yang telah tua renta di Jeddah KSA, beliau masih terus setia mengenakan peci dan baju putih dengan rapih layaknya orang mau menghadap untuk sholat, padahal beliau sudah tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Hanya diam dan memejamkan mata dalam pembaringannya. Maklum saja mengingat orang yang paling beradab dan merasa takut dengan Tuhannya adalah orang-orang yang berilmu tinggi seperti beliau. Berbeda dengan orang awam yang masih suka koleksi baju warna-warni dan jarang sekali/bahkan tidak pernah memakai peci, dalam sholat sekalipun. Karena kita memang tidak takut Tuhan dan tidak memperdulikan adab denganNya.

Bagi seorang ulama atau publik figur yang biasa menggunakan peci dalam keseharian mereka, tidak adanya peci sebab hilang atau lainnya, merupakan salah satu dispensasi khusus dibolehkannya mereka untuk tidak mengikuti sholat jum’at maupun jamaah sholat fardu lainnya. Dalam keadaan ini setip orang boleh menggantinya dengan sholat duhur dan jamaah sendiri dirumah. Hal ini dikarenakan menjaga muru’ah (harga diri) ulama di depan publiknya. Begitu berharga martabat peci dalam pandangan agama sehingga tanpa peci dan pakaian yang layak, seorang publik figur termasuk dalam kategori orang yang diberi dispensasi untuk meninggalkan jum’at dan jamaah.

Faidah

Sebubh hadis menjelaskan bahwa para malaikat bershalawat (memintakan ampunan kepada Allah) bagi orang sholat yang memakai imamah atau penutup kepala.

Abdurrahman Al-mashur menjelaskan hadis ini dalam kitab ‘Bugyah’: “Bahwasanya semua pemakai penutup kepala mendapatkan fadhilah doa dari para malaikat dan sunnah nabi, baik yang sederhana seperti peci saja dengan warna apapun, atau secara sempurna dengan menambahkan sorban yang diikatkan di atas peci.

Disamping itu para pemakai peci juga memiliki keistimewaan khusus berupa pahala yang dilipatgandakan. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis fahdhailul a’mal. “Sholat orang yang menggunakan peci lebih baik dan utama tujuh puluh kali lipat daripada sholatnya orang yang tidak menggunakannya”.

Beberapa keutamaan dan anjuran pemakaian peci yang telah dipaparkan tadi sekaligus menegaskan bahwa peci bukanlah sekedar produk budaya suatu daerah tertentu. Sebaliknya peci adalah gambaran dari bentuk adab dan sopan santun kita terhadap sang pencipta yang telah dipelopori oleh panutan sejati kita, Rasulullah.

Kerudung

Semua orang mengerti perbedaan antara peci dan kerudung. Hal yang paling mudah untuk memisahkan derajat peci pria dan kerudung atau jilbab wanita adalah ‘bahwasannya jilbab merupakan kewajiban mutlak yang mau tidak mau, harus ditaati oleh semua muslimah yang sudah memasuki usia baligh ( antara 13-15 tahun). Konsekwensi dari meninggalkan perkara wajib dan sunnah bisa difahami oleh orang-orang awam.

Istilah belum siap dan lebih baik menjibabi hati daripada kepala merupakan alasan-alasan tidak langsung untuk sekedar lari dari tanggung jawab mereka sebagai muslimah. Jilbab bukan sekedar menjaga adab dan sopan santun seorang wanita terhadap Tuhannya seperti sunnahnya peci pada pria. Ada banyak rahasia tersirat yang hanya bisa dirasakan para pemakainya. Ketentraman hati dan perasaan karena telah memenuhi tanggung jawabnya dan membuat senang hati Rasulullah merupakan puncak kebahagiaan para pemakai jilbab.

Referensi  Tafsir surat Al- A’raf dan terjemahan Sayyed EP

والمأخوذ من جملة هذه الروايات وغيرها ما حققه وفصله عمر رضي الله عنه ، وهو أن الأمر يختلف باختلاف حال الإنسان في السعة والضيق كالنفقة ، قال تعالى : ( لينفق ذو سعة من سعته ومن قدر عليه رزقه فلينفق مما آتاه الله لا يكلف الله نفسا إلا ما آتاها ) ( 65 : 7 ) فمن عنده ثوب واحد يستر جميع بدنه فليستر به جميع بدنه ويصل به – فإن لم يستر إلا العورة كلها أو العورة المغلظة – وهي السوءتان – فليستر به ما يستره ، ومن وجد ثوبين مهما يكن نوعهما أو أكثر فليصل بهما ، والخلاصة أنه يطلب أن يكون في أوسط حال حسنة يقدر عليها ، وقد عد الفقهاء من أعذار ترك الجمعة والجماعة فقد الرجل للثياب اللائقة به بين أمثاله حتى العمامة للعالم .

Kesimpulan dari ayat tentang kewajiban memakai pakaian Layak (demi melaksanakan  adab tata krama menghormati pemilik masjid -Allah SWT-) dari berbagi riwayat tersebut telah dirinci Sayyidina Umar r.a. :

masalah perintah kewajiban  (berpakaian layak) ini tergantung kemampuan dan derajatnya dalam batas mampu dan tidaknya sepertihalnya kewajiban memberi nafkah. Allah berfirman : berikanlah nafakah sesuai kemampuannya, barang siapa mampu untuk memberi rizkinya maka nafakahilah sesuai ap yang Alllah berikan kepada kalian. Allah swt tidak membebanimu kecuali yang kalian mampu.

Barangsiapa yang hanya memiliki satu pakian maka tutuplah semua badannya dengan pakain itu, dan sholatnya dengannya. mereka yang hanya mampumenutupi dua alat kemaluannya maka tutuplah bagian tersebut. mereka yang memiliki dua pakain atau lebih maka sholatlah dengan  pakain tersebut.

kongklusi dari ayat dan hadis diatas adalah : Bagi siapapun untuk mengenakan baju yang layak dan sesuai dengan keadaan terbaik yang kita mampu. Sesungguhnya para pakar Fikih mengambil referensi dari permasalahan ini tentang adanya UDZUR MENINGGALKAN SHOLAT JUMAT DAN JAMAAH bagi mereka yang tidak memiliki pakian yang layak dikalangannya. seperti imamah (peci) bagi orang alim. –

klik refernsi ini for details

Screenshot_2015-05-31-16-03-56

Wallahu A’lam

coretan lama (edisi Saudi):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Tidur Disamping Jasad Nabi
Curhat Para Pecandu xxtc :

15 Comments (+add yours?)

  1. mubaroq
    Sep 20, 2011 @ 18:34:44

    asslmlkm.
    Silaturahim…

    wah, sgtunya ya mas, ulama yg ga pke peci mending ga sholat jamaah demi integritas dmata umum.
    ckckck

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Sep 22, 2011 @ 00:21:13

      walaikum salam..

      kok bawa-bawa ckckck mas.. ingat siapa yang ingin mereka hadapi: JAIM (jaga iman) lebih penting lebih dari sekedar JAGA IMAGE.

      bagaimana jika anda di undang ke istana persiden secara resmi dan anda memakai pakaian yang TIDAK layak.. celana pendek misalnya..??? sesama mahluk aja kita ga brani ngawur apalagi ini ama empunya semesta alam

      —sisi adab bukan sisi JAGA IMAGE nya..
      sudah maklum manusia lebih menghormati Label drpd hakikat ketakwaan kepadaNya

      thnks

      Like

      Reply

  2. nurbuat
    Dec 23, 2011 @ 06:47:05

    Tentang Hadits keutamaan mengenakan imamah mohon ditulis Mas

    Like

    Reply

  3. jawarif
    Jul 20, 2012 @ 17:48:53

    Wah terimakasih informasinya. Semoga barokah..Hehehe

    Like

    Reply

  4. Muhammad Nadhir
    Sep 20, 2012 @ 07:35:01

    makasih atas infonya mas…

    Like

    Reply

  5. Amar Sofyan
    Mar 28, 2013 @ 03:07:17

    SubhanaLLOH, ana khilaf selama ini ; peci banyak dikoleksi, tapi kadang dipake kadang tidak….., ampuni kami Yaa Roob……..

    Tks, Mas, sudah mengingatkan……

    Wassalamu’alaikum wr wb.
    Amar Sofyan

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      May 27, 2013 @ 18:53:36

      Alhamdulillah…
      sama banyak yang gak mengerti hakikat dan makna sunnah Nabi..
      sementara mayoritas orang termasuk sayyed jg jering lalai dg sunnah ini..

      hanya mereka yang sanggup istoqomah dekat dengan sang KHALIK saja yang diberi anugrah ketaatan mengikuti sunnah dg ketat..

      salam sayyid sang pendosa

      Like

      Reply

  6. hamba Allah
    May 07, 2014 @ 06:19:43

    Sholat orang yang menggunakan peci lebih baik dan utama tujuh puluh kali lipat daripada sholatnya orang yang tidak menggunakannya. ini hadist dhoif kenapa di pakai?????

    Like

    Reply

  7. Anonymous
    May 28, 2015 @ 00:56:04

    Assalamualaikum wr.wb.
    Mas ..baru pertama ini saya membaca dispensasi sholat jumat karena gk ada peci….esensi peci mengalahkan kewajiban sholat jumat yg sudah nyata dierima perintah ini…??

    Liked by 1 person

    Reply

    • Sayyed EP
      May 28, 2015 @ 01:40:08

      waaalaikumsalam. warahmatullahi waba rokatuh.

      trimakasih atas pertanyaan yang sama
      sekaligus menjawab pertanyaan mas mas diatas. yg mengira sayyed meng ada-ada. dan merendahkan kewajiban Fardlu jumat dan jamaah.

      hal seperti ini emang kerap membuat bingung pemirsa. hingga ada dalil nas syariah yg jelas.

      i. Allah smua tulisan sayyed memiliki hujjah, meski tidak hts tekstual

      salam sayyed

      Like

      Reply

    • Sayyed EP
      May 28, 2015 @ 01:54:14

      klo mas/ mbak faham bahasa arab. silahkan baca ini alenia ke 6 keseimpulan tentang kewajiban memakai oakaian yg layak. diantaranya trmasuk udzur jumat dan jamaah. klik http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=65&ID=1211

      ini dalam kajian tafsir surat al a raff. dalam kurung tanfa kutip

      والمأخوذ من جملة هذه الروايات وغيرها ما حققه وفصله عمر رضي الله عنه ، وهو أن الأمر يختلف باختلاف حال الإنسان في السعة والضيق كالنفقة ، قال تعالى : ( لينفق ذو سعة من سعته ومن قدر عليه رزقه فلينفق مما آتاه الله لا يكلف الله نفسا إلا ما آتاها ) ( 65 : 7 ) فمن عنده ثوب واحد يستر جميع بدنه فليستر به جميع بدنه ويصل به – فإن لم يستر إلا العورة كلها أو العورة المغلظة – وهي السوءتان – فليستر به ما يستره ، ومن وجد ثوبين مهما يكن نوعهما أو أكثر فليصل بهما ، والخلاصة أنه يطلب أن يكون في أوسط حال حسنة يقدر عليها ،)))) ” وقد عد الفقهاء من أعذار ترك الجمعة والجماعة فقد الرجل للثياب اللائقة به بين أمثاله حتى العمامة للعالم .” “)))

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون