Hindari Pertanya’an Basa-basi Seperti ini!


Dont Ask Me

Dont Ask Me but MR

Sebagai mahluk sosial sewajarnya kita saling menyapa dan menanyakan kabar tentang keadaan kawan kita, gimana kabar ente, kemana aja kok gak pernah eksis lagi, lama kita gak bersua, mau kemana dan dari mana tadi?

Dari beberapa contoh ungkapan kalimat tanya di atas, pertanyaan terakhir “mau kemana dan dari mana” adalah pertanyan yang sangat sering diungkapkan dalam keseharian kita, basa-basi model ini telah menjadi pertanyaan wajib ketika kita bertemu kembali dengan kawan yang baru saja meninggalkan kita untuk sekedar keluar memenuhi hajatnya.

Disadari atau tidak pertanyaan “dari mana dan mau kemana” adalah pertanyaan yang memancing bahkan memaksa kawan kita untuk berbohong dengan memberikan jawaban yang tidak benar. karena ungkapan ‘dari mana dan mau kemana’ adalah pertanyaan yang sudah masuk kedalam privasi mereka yang seharusnya kita tinggalkan dan tidak kita ketahui. Bagimanapun jika kawan kita menjawab dengan jujur maka bisa saja jawaban tersebut akan menguak sebuah rahasia, aib atau kejelekan yang seharusnya ditutup-tutupi kecuali bagi mereka yang urat malunya sudah terputus. Bagaimana mau jujur jika tempat yang akan atau telah dihampirinya adalah tempat yang tidak layak atau merendahkan martabat mereka.

Oleh karena itu pertanyaan “dari mana atau mau kemana” adalah pertanyaan yang seharusnya kita hapus dalam kamus basa basi kita dan menggantinya dengan kata sapaan lainnya seperti: “selamat pagi, selamat malam, selamat siang, atau sapaan yang paling simpel saja “apa kabar?” toh dengan ungkapan-unghkapan pengganti ini keakraban kita dengan mereka tidak menjadi renggang bahkan malah lebih baik karena ungkapan tersebut tidak terlalu masuk ke ranah privasi mereka.

Hmmm… apakah teman-teman setuju dengan argumen diatas, adakah solusi lain agar mereka ( kawan kita) tidak terpaksa berdosa karena telah berbohong kepada kita ?, jika tidak ada solusi lain maka mulai detik ini biasakan dan gantilah ungkapkan basa-basi”dari mana dan mau kemana” dengan pertanyaan: “ Apa kabar?”

sulit kah.?

“ Barang siapa percaya kepada Tuhan dan hari akhir maka bicaralah baik atau diam” ( al-hadis)

mari renungkan dan biasakanlah berkata baik…tanpa basa-basi menipu?

coretan sayyed Berikutnya (edisi Saudi):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Sayyed Tidur Disamping Jasad Nabi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون