Rahasia Dibalik Hinaan dan Caci-maki Sahabat


Madinah Rasul

Racun yang Samar Bernama : Pujian

Pujian dan caci maki merupakan hal yang wajar dan harus terjadi disetiap perjalanan hidup manusia. Tanpa pujian mungkin kita akan berhenti dan kehilangan semangat untuk terus berkarya dan melakukan kebajikan-kebajikan. Manisnya basa-basi pujian bagaikan madu yang mendefrag -merapihkan- kelabilan rasa jiwa  yang sering berantakan disebabkan timbulnya  percampuran malas, jenuh, bosan dan patah arang dari otak fikiran dan tubuh,  hingga segala   rutinitas positif kembali  berjalan stabil bahkan meningkat drastis.  Pujian merupakan support yang paling ampuh untuk membuat orang yang kita puji merasa terhotmat, GR dan lain sebagainya. Pujian atas sebuah karya memang lebih sering kita anggap sebagai apresiasi yang positif dan membangunkan semangat baru.

Bagaimanapun jika kita berfikir ulang pujian merupakan sebuah penyakit yang fatal dan bisa menjatuhkan kita pada derajat yang paling rendah, karena jika seseorang merasa nyaman ketika dia terus menerus dipuji maka biasanya orang tersebut akan lupa dengan derajat orang-orang yang memiliki keahlian lebih tinggi darinya, pujian membuat kita menjadi angkuh karena kita akan merasa sudah pantas dan berhak mendapatkan segala sanjungan yang telah dilontarkan, hal ini merupakan bahaya besar dan hanya mengakibatkan kita (orang yang dipuji) merendahkan derajat orang lain yang memang belum mampu menyamai derajat kita. Jika virus sombong dan merasa paling bisa ini sudah menjangkit hati dan fikiran seseorang maka bersabarlah dengan kehancuran yang akan membuatmu nestapa untuk selamanya.

Caci Maki adalah Rahmat

Sebaliknya serbuan caci maki dan gunjingan yang menyerang kita, baik dari kawan maupun lawan walaupun secara lahir adalah hal yang tidak wajar dan menyakitkan, tetapi jika kita memaknainya dengan bijak maka hal-hal positif akan bermunculan seiring kesabaran kita untuk selalu introspeksi diri dari kesalahan dan kehilafan yang selama ini kita lakukan, sehingga dari situlah kreatifitas terbangun dan semangat baru untuk meraih kesempurnaan akan menggebu-gebu.

Caci maki adalah “rahmat” yang sangat dinantikan oleh orang-orang sabar dalam menempuh kesempuraan yang hakiki sementara pujian adalah adzab yang berwajah manis yang akan menjatuhkan kita pada jurang kehancuran. Caci maki yang menjadikan kita sadar akan aib dan kekurangan kita, lebih baik dibanding pujian yang melahirkan rasa sombong dan sok paling pintar.

Orang yang memandang bahwa dirinya lebih utama daripada orang lain sesungguhnya dia tidak memiliki keutamaan sama sekali.

Semoga Tuhan mengampuni dosaku sekiranya prasangka burukmu terhadapku itu benar adanya. Sebaliknya semoga Tuhan mengampuni dosamu jika prasangka buruk terhadapku itu tidak benar adanya.

Thnks.. n hope evrything goes well. Amen

“Semoga Tuhan memberikan rahmat kepada orang-orang yang telah menunjukkan aib dan kejelekanku” (Umar bin Khattab).

salam Sayyed

Tulisan laen dari Sayyed:

Copet Masjidil Harom?

Tidur disamping Jasad Rasulullah

Merusak Hati dihari yang Fitri

Jilbab Hanya Kedok, gpp KOK!

Rahasia Jenggot Lelaki

Wahabi adalah Syiah

Emansipasi Gila-gilaan!!

Cinta Tak Kunjung PADAM

7 Comments (+add yours?)

  1. Anonymous
    Jul 12, 2013 @ 17:34:39

    Izin copy ya pak mantab nih..banyak belajar saya trmksh

    Like

    Reply

  2. Anonymous
    Jul 21, 2013 @ 08:55:14

    Rafidi cuih

    Like

    Reply

  3. anan
    Jun 13, 2014 @ 00:09:16

    bukankah dlm islam itu sangat di larang menceritakan aib dan menjelekkan saudaranya. aneh ini tulisan, sumbernya dr mana ini..
    menghina sahabat itu kebiasaan orang kafir dan rafidhoh

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Jun 13, 2014 @ 00:15:03

      Silahlan Baca ulang dg seksama kawan siapa yg dimaksud sahabat disini.. knp di otak anda hanya Syiah Rafidhah dan Wahabi saja.

      Idioligi wahabi dan Syiah sudah di tulis Sayyed dlm beberapa coretan lama.

      brain washshing WAHABIYYAH menganggap Islam selain golongan anda adalah Kafir. ada apa dg nalar salafy najd?

      salam salah faham
      dan terjebak judul

      Like

      Reply

  4. Anonymous
    Dec 08, 2014 @ 03:18:50

    pujian ataupun caci maki itu sama sama memiliki potensi baik dan buruk, jadi ya kita balikan lagi ke orangnya mau dikonversikan menjadi kebaikan atau sebaliknya.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون